Jumat, 03 Oktober 2014

Pertanyaan Filsafat

Jawaban Pertanyaan

1. Contoh pengetahuan yang dimiliki malaikat dan hewan ? ( Dea  )
Pengetahuan yang dimiliki binatang adalah pengetahuan  inderawi. Pengetahuan inderawi membantu hewan untuk bertahan hidup, mencari makanan, dan lain – lain. Mereka menggunakan indera penglihatan, penciuman, perasa, juga insting untuk bertahan hidup.
Sedangkan malaikat ini bersifat gaib. Malaikat adalah ciptaan Tuhan yang mengajarkan hal – hal yang baik ke manusia. Ajaran mengenai cara hidup dan hidup yang baik. Pengetahuan yang ia dapat dari mengamati, kegiatan manusia sehingga mereka tahu cara manusia bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu.
 
2. Contoh – contoh pengetahuan?(Audy )
- Ilmu Alam​​- Ilmu Teknik
- Ilmu Psikologi​- Ilmu Biologi
- Ilmu Kimia​​- Ilmu Fisika
- Ilmu Bahasa​​- Ilmu Sosial
 
3. Apa gunanya intelegensi menurut kelompok Anda? ( kinsky )
* Dapat menangkap dan membaca pikiran
* Untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran
* Kemampuan adaptasi dengan menggunakan pengetahuan
 
4. Pengertian insight  ? ( marsella )
Artinya intelegensi yang berhasil menembus suatu data, menangkap eidosnya bahwa intelegensi mampu mengandaikan atau mengabstraksikan untuk menerangkan data sehingga jelas ciri – ciri pokoknya.
 
5. Hlm 119 yang E, apa maksudnya ? ( Binar )
Maksudnya adalah intelegensi dapat kita peroleh melalui berbagai kegiatan intelegensi, seperti kita perlu informasi terhadap suatu objek, bimbingan penelitian, dan berpikir dalam hubungan dengan orang lain.
 
6. Perbedaan cerdas dan intelegensi tinggi ? ( Future Psychologist )
Kecerdasan dan intelegensi adalah dua hal yang sama dan saling mengikat. Intelegensi atau kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami dan memproses informasi yang membentuk pengetahuan sehingga masalah – masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved). Kalau intelegensi tinggi sendiri artinya orang tersebut sangat cerdas atau mempunyai IQ yang tinggi.
 
7. Apa arti intelegensi secara luas ? (bipolar )
Intelegensi secara luas adalah aplikasi dari kemampuan kognitif dan pengetahuan untuk belajar menyelesaikan masalah dan mencapai nilai akhir yang akan dihargai oleh individual dan lingkungan budaya, kemampuan berpikir individu untuk belajar dari pengawasan, mengeluarkan pendapat dengan baik, dan untuk mengatasi tuntutan hidup sehari – hari.
 
8. Perbedaan intelegensi dan kecerdasan ? ( FTA)
Kecerdasan dan intelegensi adalah dua hal yang sama dan saling mengikat. Intelegensi atau kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami dan memproses informasi yang membentuk pengetahuan sehingga masalah – masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved)
 
9. Manusia bisa menyesuaikan diri secara spontan , maksudnya ? ( quesera – sera )
Maksudnya, manusia dapat menyesuaikan diri secara langsung dengan berbagai situasi yang disajikan. Hal itu tampak melalui gerakan tangan, tingkah laku, jeritan apabila ada hal yang menakutkan.  
 
10. Apa arti prinsip identitas ?(Liesye)
Prinsip identitas menyatakan bahwa arti yang sebenarnya dari sesuatu benda tetap sama selama benda itu dibicarakan atau dipikirkan.
Pertanyaan dari kelompok Thick Book
11. Inferioritas, maksudnya ? ( Cynthia 705140104)
Inferioritas adalah perasaan relatif tetap tentang ketidakmampuan diri atau kecenderungan untuk merasa kurang atau menjadi kurang.
Menurut pemahaman umum, inferioritas itu adalah minder.
 
12. Kalian kan mengatakan bahwa cara mendapatkan pengetahuan harus melalui dua cara, yaitu inderawi dan intelektif. Untuk yang intelektif, bagaimana dia bisa mengingat tanpa adanya peranan inderawi ?  ( Hanny 705140169)
Menurut kami , dalam memperoleh pengetahuan harus melalui kedua cara tersebut. Karena keduanya saling berkaitan dan juga penting. Perbedaannya terletak pada sifat dan kegunaannya. Kalau pengetahuan inderawi sifatnya langsung dan individual, artinya melalui penglihatan , pendengaran, penciuman, perabaan, kita menjadi tahu hal yang berguna dan merugikan bagi kita. Sedangkan, pengetahuan intelektif itu sifatnya lebih universal dan tidak langsung, artinya kita mendapatkan pengetahuan dari proses berpikir secara mendalam, hingga akhirnya kita benar – benar mengerti hal tersebut. Tentu saja hal atau obyek berpikir  itu kita peroleh melalui indera kita terlebih dahulu.
 
13. Bagaimana caranya seseorang memperoleh pengetahuan yang paling tinggi ? ( Valen 705140124)
Caranya yaitu melalui proses berpikir secara mendalam, hingga akhirnya kita bisa membuat suatu analisis kritis tentang hal tersebut, kemudian kita dapat menerapkannya baik secara praktis maupun teoritis.

Sabtu, 27 September 2014

26 september 2014 'Manusia dan afektivitasnya


Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
•Yg membedakan manusia dengan tumbuhan: afektivitasnya.
•Afektivitaslah yg membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dg org lain. Afektifitaslah yg mendorong org utk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
•Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektivitas.
•Afektivitas termasuk kegiatan yg kompleks.
•Bgm disposisi afektif dasariah si subyek thdp obyeknya? seluruh kehidupan afektif berputar pd dua kutub yg bertentangan satu sama lain: mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling drnya krn menganggapnya buruk. Cinta : buah afektivitas positif, benci= buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yg paling dasariah.

•Sikap mana yg diambil afektivitas berhadapan dg obyek?Terhadap obyek yg dianggap berguna subyek mencintainya. Ini disebut cinta utilitaris atau bermanfaat.
•Bagaimana sikap subyek dpt ditentukan scr afektif oleh obyeknya? Dibedakan ‘perasaan’ dan ‘emosi’.Kehidupan afektif memperlihatkan macam2 cara yg berbeda2 menurut bgm subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).
•Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yg disebut ‘suasana hati’. orang bersuasana hati baik: bila semua kemampuan bekerja dg baik.
Apa yg bukan perbuatan afektif
•Cinta membuktikan diri dlm perbuatan2. Cinta mendahului perbuatan2.
•Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yg spiritual.

Apa yg merupakan perbuatan afektif?
•Hidup afektif atau afektivitas=seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
•Perbuatan afektif sedikit mirip dg  ‘perbuatan mengenal’ krn dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan ‘perbuatan mengenal’ krn perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.
Kondisi afektivitas manusia
•Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya.

•Org sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai org lain dg sungguh2.
•Egoisme menolak setiap perhatian otentik pd org lain. Org egois hanya mengambil untung dr apa saja.
•Jika kita mencintai Tuhan dg seluruh jiwa atau hati, tdkkah itu sama dg mengasingkan diri dr diri sendiri? Tidak. Tuhan tdk melawan kita. Ia transenden dan imanen. St. Agustinus: Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing2. Ia  dasar dlm mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin sy mendekati org lain, makin saya mendekati Tuhan.

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 5 Etika dan Moral

ETIKA dan MORAL

Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.
Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.
•Etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu. 

Dua Macam Etika yang 
Berkaitan Dengan Nilai dan Norma :

Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. 
 
Dua Macam Etika yang 
Berkaitan Dengan Nilai dan Norma :
Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. 
 
Berdasar Kajian Ilmu:
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. 
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.
 
BERDASAR JENISNYA ETIKA:
3. Etika Deskriptif :Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

ETIKA KHUSUS
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap    dirinya sendiri.
Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Profesi
•Pekerjaan yg mengandalkan ketrampilan dan keahlian khusus
•Pekerjaan yg dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dg keterlibatan pribadi yg mendalam dalam menekuninya.
•Pekerjaan yg menuntut pengembangan untuk terus menerus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan sesuai perkembangn teknologi.
Etika Profesi
Etika Profesi adalah : Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut.
 
Ciri-ciri Etika Profesi
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
•Adanya pengetahuan khusus,   Biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
•Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
•Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
•Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.  
•Menjadi anggota dari suatu profesi.
 
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI 
 
1. Tanggung jawab
•Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
•Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Kode Etik
•Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.


PENGERTIAN ETIKA
Bertens : Etika berasal  dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik
 
Etika menurut Bertens :
1.Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 
2.Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik, misalnya : Kode Etik Advokat Indonesia, Kode Etik Notaris Indonesia.
3.Ilmu tentang yang baik atau yang buruk. 

ETIKA DIBEDAKAN MENJADI 2:
ETIKA PERANGAI
 Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
 
ETIKA MORAL
 Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tua atau guru, membela kebenaran dan keadilan, menyantuni anak yatim-piatu.
ARTI DAN MAKNA
●  Arti Etika
● Objek Etika
● Etika sebagai cabang filsafat
● Etika dan Moral
● Amoral dan Immoral
● Etika dan Etiket
● Etika dan Hukum
● Etika dan Agama

ARTI ETIKA
•Etika sebagai ilmu
 “Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
•Etika sebagai kode etik
 “Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
•Etika sebagai sistem nilai
  “Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.

OBYEK MATERIAL & 
OBYEK FORMAL ETIKA
Objek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari. 
•Objek formal : cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti atau ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.
Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).
Objek formal etika : kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.
 
ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
•Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
 
Berdasar Kajian Ilmu:
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. 
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.
 
2. TUJAN BELAJAR ETIKA
•Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu
•Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
 
3. SISTEMATIKA ETIKA
De Vos (1987)
ETIKA:
•Etika Deskriptif
  1. Sejarah Kesusilaan
  2. Fenomenologi Kesusilaan
•Etika Normatif
 
K. Bertens (1993):
ETIKA:
•Etika Deskriptif
•Etika Normatif
  1. Etika Umum
  2. Etika Khusus
 
Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA:
•Etika Umum
•Etika Khusus
 
ETIKA DESKRIPTIF

•Dalam etika deskriptif, etika membahas apa yang dipandangnya.

•Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. 

•Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu, atau dalam suatu periode sejarah.

SEJARAH KESUSILAAN
•Bagian ini timbul bila orang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.

FENOMENOLOGI KESUSILAAN
Fenomenologi : fenomenon + logos
Fenomenon : sesuatu yang tampak, yang terlihat karena bercahaya (sering disebut gejala)
Logos : uraian, percakapan
Fenomenologi: Uraian atau percakapan tentang fenomenon atau sesuatu yang sedang menampakkan diri, atau sesuatu yang sedang menggejala.
 
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
 
1. Tanggung jawab
•Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
•Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Kode Etik
•Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Tujuan Kode Etik
 
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

4. ALIRAN DALAM ETIKA
•Eudemonisme: (Yunani: eu+daimon : roh atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik. 

Aliran Pemikiran Etika
•Egoisme: kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang dan bukan kebaikan orang lain. 
•Utilitarianisme:  (Latin: uti, usus sum= menggunakan atau utilis= yang berguna).

Aliran Pemikiran Etika
•Deontologisme (Yunani: deon+logos : ilmu tentang kewajiban moral). Adalah etika kewajiban yang didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip-prinsip moral. •Deontologisme Etis: berpendirian bahwa sesuatu tindakan dianggap baik tanpa disangkutkan dengan nilai kebaikan suatu hal. 
•Etika situasi: kebenaran suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana situasi itu mempengaruhi kesadaran individual.

5. BEDA ETIKA DAN MORAL
•Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”),Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya “mores”). Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang berbeda.
 
AMORAL DAN IMORAL
•Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta):Tidak terdapat kata “amoral” ataupun “immoral”.
 
•Kamus Besar Bahasa Indonesia:
 “Amoral” dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak” (contoh: “Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”); tidak terdapat kata “immoral”.

Amoral:
•tidak berhubungan dengan konteks moral
•di luar suasana etis
•non-moral
Immoral:
•bertentangan dengan moralitas yang baik
•secara moral buruk
•tidak etis
   

6.BEDA ETIKA DAN HUKUM
•Hukum lebih dikodifikasi daripada etika; etika tidak dikodifikasi.
•Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja; etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
•Sanksi yang berkaitan dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan etika (sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan).
•Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara : etika melebihi para individu dan masyarakat.
•Jika hukum memberikan putusan hukumnya perbuatan, etika memberikan penilaian baik buruknya.
•Etika ditujukan kepada manusia sebagai individu : hukum ditujukan kepada manusia sebagai makhluk sosial.

PENGERTIAN ETIKA
•Bertens : Etika berasal  dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik

 
OBYEK MATERIAL & 
OBYEK FORMAL ETIKA
Objek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari. 
Objek formal : cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti atau ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.
Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).

Pertemuan 5 Silogisme

Silogisme : suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru.
Prinsip: bila premis benar, maka simpulannya benar.
•Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

Silogisme kategoris
•Arti: silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
•Contoh: M – P  Perbuatan jahat itu haram.
   S – M Menghina itu adalah perbuatan jahat.
   S – P  Maka, menghina itu haram.

Silogisme kategoris
•Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
•Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal:
   (1) M adalah S dlm premis mayor dan P dlm permis minor. Aturan: premis minor hrs sbg penegasan, sedang premis mayor bersifat umum. 
•(2) M jd P dlm premis mayor dan minor. Aturan: salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum.
•(3) M menjadi S dlm premis mayor dan minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan  dan simpulannya bersifat partikular.
•(4) M adalah P dlm premis mayor dan S dlm premis minor. Aturan: premis minor hrs berupa penegasan, sedangkan  Simpulan bersifat partikular. 

•Arti: bentuk silogisme yg premis2nya sangat lengkap, lebih dr tiga premis. Jenis2nya:
•Epicherema: silogisme yg salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
  Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, krn sukar pembuatannya.Arloji Mido itu adalah arloji baik, krn selalu tepat dan awet.Jadi, arloji Mido adalah arloji mahal.
 
Enthymema: silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yg disingkat. Mis. Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tddk akan mati (versi singkat).
   
Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg satu menjadi premis utk silogisme yg lainnya.
 
Sorites: silogisme yg premisnya lebih dr dua. Putusan2 itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, shg predikat dr putusan yg satu jadi subjek putusan berikutnya.
   
Hukum silogisme kategoris (ttg isi dan luas S dan P)
•Silogisme tdk boleh mengandung lebih dr tiga term (S, M, P). Kurang dr tiga berarti tdk ada silogisme. Lebih dr tiga term artinya tdk ada perbandingan. Ketiga term tetap sama artinya. Dlm silogisme S dan P disatukan oleh perbandingan masing2 dg M.
•M tdk boleh masuk dalam kesimpulan, krn M berfungsi mengadakan perbandingan dengan term2.

Pertemuan 5 Kesesatan Pemikiran (FALLACIA)


Defenisi
Fallacia : kesalahan pemikiran dlm logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg tdk sehat.
Kesalahan fakta: Presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia. Ahmad lahir dg bintang gemini, maka hidupnya penuh dg persoalan.
Klasifikasi: kesesatan formal dan kesesatan informal.
Kesesatan formal: pelanggaran tdhp kaidah logika, mis. Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
 
Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa.
•Penempatan kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. 
Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. 
Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki. 
Kesesatan karena alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.

Kesesatan presumsi
Generalisasi tergesa-gesa: Orang Padang pandai memasak.
Non sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
Analogi palsu:Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
Penalaran melingkar (petitio principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab krn ia merdeka.
Deduksi cacat: Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
Pikiran simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
Menghindari persoalan
Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
Argumentum ad misericordiam: Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
Argumen utk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
Non causa pro causa: Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.
 
Kesesatan retoris
Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. 
•Penjelasan retorik: Dia tidak lulus krn tidak teliti mengerjakan  soal.
Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
Innuendo: Sy tdk mengatakan makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
Downplay: Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
Hiperbola: membesarbesarkan.
Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.

Pertemuan IV Sunyektivisme danobyektivisme pertemuan IV subyektivisme


SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME PERTEMUAN IV SUBYEKTIVISME

•Pendukung pandangan ini adalah:
•Aristoteles, Plato, Rene Descartes
•Kaum Solipsisme (solo ipse)
• Kaum Realisme Epistemologis
• Kaum Idealisme Epistemologis
 

Subyektivisme
Ciri-ciri pendekatan Subyektivisme:
●Menggagas pengetahuan sbg suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan yang istimewa).
●Pengalaman subyektif (kokoh terjamin) sbg titik tolak pengetahuan dari data inderawi (intuisi) diri sendiri.
●Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalamanan bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.
 
SUBYEKTIVISME
DESCARTES
•Cogito ergo sum cogitans: saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir.
•Ketika Descartes berbicara mengenai “berpikir”, ia tidak bermaksud secara eksklusif pd penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan “berpikir”.

Subyektivisme
Realisme Epistemologis: berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
•Idealisme Epistemologis: berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
 
Subyektivisme
•Descartes menolak skeptisme yang membawanya justru ke arah subyektivisme.

 
Subyektivisme
•Menurut Descartes bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dapat saja secara langsung memunculkan data-data indra  dalam kesadaran kita tanpa harus ada “dunia luar” yang mendasarinya.
•Indera dapat memberikan pengetahuan tentang dunia fisik yang dapat dipercayai
• kebenaran bukan karena indera sendiri dapat diandalkan, tetapi hanya berdasarkan keyakinan Tuhan yang menciptakan indera pada manusia yang tdk mungkin menipu.
 
Subyektivisme
•Keberadaan sesuatu di luar diri atau “yang bukan aku” dalam pengalaman sehari-hari misalnya menjadi jelas dari gejala bahasa.
•Kenyataan adanya bahasa selalu mengandaikan bahwa adanya pribadi atau subyek lain selain dirinya sendiri.
•Bahasa sebagai saranan komunikasi untuk menjalin hubungan dengan yang lain.
•Berkaitan dengan gejala bahasa bahwa melalui pengalaman sehari-hari terjadinya dilaog, yang mengandaikan adanya orang lain.
•Dalam kesleuruhan proses dialog keberadaan diandaikan adanya subyek lain atau “yang bukan aku” atau dia yang menjadi lawan bicara ku.
 

Subyektivisme
•Aku sadar dan kenal diriku justru dalam kesadaran dan pengenalan yang bukan aku.
•Dalam kenyataan hidup diri sebagai subyek yang bukan hanya berfungsi sebagai penahu (knower), tetapi juga sebagai pelaku (agen) tidak bisa mengandaikan adanya “yang lain” baik sebagai obyek pengetahuan dan kegiatannya maupun sebagai sesama subyek dalam dialog.  
 

OBYEKTIVISME
•Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia – dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks – mempunyai sifat dan ciri yang melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu (pengamat).
•Pengetahuan diperlakukan sebagai sesuatu yang berada diluar ketimbang di dalam pikiran manusia.
•Pendukung pandangan ini adalah:
–Popper, Latatos dan Marx
 
OBYEKTIVISME
•Obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia.

Ada 3 pandangan dasar Objektivisme:
1.Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
2.Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
3.Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
 
Pengetahuan dalam pengertian Objektivis:
•Pengetahuan dalam pengertian obyektivis adalah pengetahuan tanpa orang: ia adalah pengetahuan tanpa diketahui subjek.” (Karl R. Popper)
•Obyek itu bersifat “umum” dalam arti bahwa obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas.
•Obyek-obyek itu bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan atau pun tidak.
 
Obyektivisme
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, beberapa syarat harus dipenuhi:
  a. Obyek harus sesuai dengan jenis indera kita. Warna-warna infra merah tidak cocok bagi indera kita.
  b.    Organ indera harus normal dan sehat. Misalnya buta, tuli, atau buta warna. Tidak dapat melakukan penginderaan secara obyektif.
  c. Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada. Misalnya, warna akan ditangkat idera dengan tepat apabila di bawah sinar matahari dari pada di bawah sinar merah yang digunakan untuk mencetak foto.
 

Pertemuan IV Logika


LOGIKA


APA ITU LOGIKA?
•Logika dari bahasa Yunani , yaitu logikos berarti: sesuatu yg diungkapkan atau diutarakan lewat bahasa.
•Pertama sekali digunakan istilah itu oleh Zeno dari Citium (334 – 262 seb. M).
Logika : cabang filsafat yg mempelajari, menyusun, dan membahas asas2 atau aturan formal serta kriteria yg sahih bagi penalaran dan penyimpulan utk mencapai kebenaran yg dpt dipertanggungjawabkan scr rasional.
Secara singkat dapat dikatakan logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat).

Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. 
•Logika juga merupakan ilmu pengetahuan dalam arti ini. 
•logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.
•Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.

Obyek Logika
•Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
•Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
 
Manfaat Belajar Logika
1.Membantu setiap  orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
2.Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak.
3.Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4.Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan dlm menarik kesimpulan.
 
Sejarah Logika
•Sebagai istilah logika pertama sekali digunakan oleh Zeno dg aliran stoisismenya, tapi filsuf pertama yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Kendati istilah yg digunakan adalah analitika, tp dialah yg pertama sekali meneliti berbagai argumentasi yg berangkat dr proposisi yg benar.
•Prinsip logika tradisional yg dikembangkan Aristoteles tetap menjadi prinsip2 logika modern. Logika tradisional membahas definisi, konsep dan term menurut struktur, susunan dan nuansa, seluk beluk penalaran utk mendapat kebenaran yg sesuai dg kenyataan.
 
Macam-Macam Logika
Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika scr spontan. 
Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari. 

pengertian-pengertian di dalamnya dan menggantinya dengan tanda-tanda huruf terdapatlah pola penyusunan sebagai berikut:
•Semua M adalah P.
•Semua S adalah M.
•Jadi, semua S adalah P.
•Pola susunan penalaran itu disebut bentuk penalaran. 
•Semua penalaran, apa pun isi atau maknanya, asal bentuknya tepat, dapat dipastikan bahwa penalaran itu sahih. Jadi tanda-tanda M, P, dan S dapat diganti degan pengertian apa saja, asal susunan premis (yang dijadikan dasar penyimpulan) tepat dan konklusi sungguh-sungguh ditarik secara logis dari premis maka penalaran itu tepat.
•Misalnya:
   Malaikat itu benda fisik.
   Batu itu malaikat.
   Maka, batu itu benda fisik.
•Kalau kita sesuaikan dengan kenyataan, jelaslah bahwa isi dari tiga pernyataan yang membentuk argumen di atas adalah salah (tidak sesuai fakta).
•Namun argumen tersebut benar berdasarkan logika formal dari segi bentuknya, karena kesimpulan sungguh ditarik dari premis atau titik pangkal yang menjadi dasar penyimpulan tersebut.

Logika Material/Isi
Misalnya:
•Semua manusia memiliki kaki.
•budi memiliki kaki
•Jadi, budi adalah manusia.
 
•Kalau kita sesuaikan dengan kenyataan, jelaslah bahwa isi dari tiga pertanyaan yang membentuk argumen di atas adalah benar (sesuai dengan kenyataan) dengan demikian argumen tersebut memiliki kebenaran isi.
 
•Namun, kalau kita teliti lebih lanjut, argumen tersebut sesungguhnya secara formal (menurut bentuknya) tidaklah sahih (valid).

•Argumen ilmiah mementingkan struktur penalaran yang tepat atau sahih (valid) sekaligus isi atau maknanya sesuai dengan kenyataan.
•Dengan kata lain, kebenaran suatu argumen dari segi bentuk dan isi adalah prasyarat mutlak
Contoh
•Kalau premis-premis salah,maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
•Semua binatang menyusui memiliki sayap
•Burung binatang menyusui
•Jadi burung memilkki sayap
•Jika kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.