ETIKA dan MORAL
•Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.
•Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.
•Etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu.
Dua Macam Etika yang
Berkaitan Dengan Nilai dan Norma :
•Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Dua Macam Etika yang
Berkaitan Dengan Nilai dan Norma :
•Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Berdasar Kajian Ilmu:
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.
BERDASAR JENISNYA ETIKA:
3. Etika Deskriptif :Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
ETIKA KHUSUS
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
• Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
• Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Profesi
•Pekerjaan yg mengandalkan ketrampilan dan keahlian khusus
•Pekerjaan yg dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dg keterlibatan pribadi yg mendalam dalam menekuninya.
•Pekerjaan yg menuntut pengembangan untuk terus menerus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan sesuai perkembangn teknologi.
Etika Profesi
Etika Profesi adalah : Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut.
Ciri-ciri Etika Profesi
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
•Adanya pengetahuan khusus, Biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
•Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
•Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
•Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
•Menjadi anggota dari suatu profesi.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI
1. Tanggung jawab
•Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
•Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Kode Etik
•Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
PENGERTIAN ETIKA
•Bertens : Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik
Etika menurut Bertens :
1.Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
2.Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik, misalnya : Kode Etik Advokat Indonesia, Kode Etik Notaris Indonesia.
3.Ilmu tentang yang baik atau yang buruk.
ETIKA DIBEDAKAN MENJADI 2:
•ETIKA PERANGAI
Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
•ETIKA MORAL
Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tua atau guru, membela kebenaran dan keadilan, menyantuni anak yatim-piatu.
ARTI DAN MAKNA
● Arti Etika
● Objek Etika
● Etika sebagai cabang filsafat
● Etika dan Moral
● Amoral dan Immoral
● Etika dan Etiket
● Etika dan Hukum
● Etika dan Agama
ARTI ETIKA
•Etika sebagai ilmu
“Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
•Etika sebagai kode etik
“Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
•Etika sebagai sistem nilai
“Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.
OBYEK MATERIAL &
OBYEK FORMAL ETIKA
•Objek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari.
•Objek formal : cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti atau ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.
•Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).
•Objek formal etika : kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.
ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
•Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret.
Berdasar Kajian Ilmu:
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.
2. TUJAN BELAJAR ETIKA
•Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu
•Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
3. SISTEMATIKA ETIKA
De Vos (1987)
ETIKA:
•Etika Deskriptif
1. Sejarah Kesusilaan
2. Fenomenologi Kesusilaan
•Etika Normatif
K. Bertens (1993):
ETIKA:
•Etika Deskriptif
•Etika Normatif
1. Etika Umum
2. Etika Khusus
Franz Magnis-Suseno (1991)
ETIKA:
•Etika Umum
•Etika Khusus
ETIKA DESKRIPTIF
•Dalam etika deskriptif, etika membahas apa yang dipandangnya.
•Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas.
•Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu, atau dalam suatu periode sejarah.
SEJARAH KESUSILAAN
•Bagian ini timbul bila orang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.
FENOMENOLOGI KESUSILAAN
Fenomenologi : fenomenon + logos
Fenomenon : sesuatu yang tampak, yang terlihat karena bercahaya (sering disebut gejala)
Logos : uraian, percakapan
Fenomenologi: Uraian atau percakapan tentang fenomenon atau sesuatu yang sedang menampakkan diri, atau sesuatu yang sedang menggejala.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab
•Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
•Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Kode Etik
•Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
Tujuan Kode Etik
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
4. ALIRAN DALAM ETIKA
•Eudemonisme: (Yunani: eu+daimon : roh atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik.
Aliran Pemikiran Etika
•Egoisme: kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang dan bukan kebaikan orang lain.
•Utilitarianisme: (Latin: uti, usus sum= menggunakan atau utilis= yang berguna).
Aliran Pemikiran Etika
•Deontologisme (Yunani: deon+logos : ilmu tentang kewajiban moral). Adalah etika kewajiban yang didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip-prinsip moral. •Deontologisme Etis: berpendirian bahwa sesuatu tindakan dianggap baik tanpa disangkutkan dengan nilai kebaikan suatu hal.
•Etika situasi: kebenaran suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana situasi itu mempengaruhi kesadaran individual.
5. BEDA ETIKA DAN MORAL
•Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”),Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya “mores”). Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang berbeda.
AMORAL DAN IMORAL
•Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta):Tidak terdapat kata “amoral” ataupun “immoral”.
•Kamus Besar Bahasa Indonesia:
“Amoral” dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak” (contoh: “Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”); tidak terdapat kata “immoral”.
Amoral:
•tidak berhubungan dengan konteks moral
•di luar suasana etis
•non-moral
Immoral:
•bertentangan dengan moralitas yang baik
•secara moral buruk
•tidak etis
6.BEDA ETIKA DAN HUKUM
•Hukum lebih dikodifikasi daripada etika; etika tidak dikodifikasi.
•Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja; etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
•Sanksi yang berkaitan dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan etika (sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan).
•Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara : etika melebihi para individu dan masyarakat.
•Jika hukum memberikan putusan hukumnya perbuatan, etika memberikan penilaian baik buruknya.
•Etika ditujukan kepada manusia sebagai individu : hukum ditujukan kepada manusia sebagai makhluk sosial.
PENGERTIAN ETIKA
•Bertens : Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik
OBYEK MATERIAL &
OBYEK FORMAL ETIKA
•Objek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari.
•Objek formal : cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti atau ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.
•Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).