Defenisi
•Fallacia : kesalahan pemikiran dlm logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg tdk sehat.
•Kesalahan fakta: Presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia. Ahmad lahir dg bintang gemini, maka hidupnya penuh dg persoalan.
•Klasifikasi: kesesatan formal dan kesesatan informal.
•Kesesatan formal: pelanggaran tdhp kaidah logika, mis. Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
•Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa.
•Penempatan kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
•Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
•Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
•Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
•Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan.
•Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain.
•Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki.
•Kesesatan karena alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.
Kesesatan presumsi
•Generalisasi tergesa-gesa: Orang Padang pandai memasak.
•Non sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
•Analogi palsu:Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
•Penalaran melingkar (petitio principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab krn ia merdeka.
•Deduksi cacat: Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
•Pikiran simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
Menghindari persoalan
•Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
•Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
•Argumentum ad misericordiam: Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
•Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
•Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
•Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
•Argumen utk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
•Non causa pro causa: Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.
Kesesatan retoris
•Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator.
•Penjelasan retorik: Dia tidak lulus krn tidak teliti mengerjakan soal.
•Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
•Innuendo: Sy tdk mengatakan makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
•Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
•Downplay: Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
•Hiperbola: membesarbesarkan.
•Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
•Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.
Secara isi lumayan jelas..
BalasHapus